Ide awal pembentukan Moses Bandwidth bermula
ditahun 2003. Ketika itu LaVey yang sedang melanjutkan studi kuliahnya
di kota Bandung , tertarik terhadap berbagai jenis musik Progressif
yang bernuansa metal. Namun pada akhirnya kakaknya memperkenalkan dia
kepada sebuah genre yang bernama Gothic Metal, Sejak saat itulah
kemudian LaVey seakan jatuh cinta pada jenis musik ini, dan mencoba
untuk mendapatkan berbagai Informasi dan referensi mengenai Gothic
Metal.
Pada akhir tahun 2004, LaVey mencari orang yang mempunyai visi dan misi
yang sama dengan dia, untuk membentuk sebuah band Progressif, namun ia
menyadari sepenuhnya bahwa sangatlah sulit untuk mencari orang
disekitar yang mempunyai dedikasi tinggi terhadap musik Metal. Setelah
lama mencari tanpa hasil, dia kemudian berinisiatif untuk mebuat
berbagai materi lagu yang seluruh pengerjaan musiknya dilakukan oleh
sendiri dan akibatnya, masalah baru pun timbul ketika Ia harus
mendapatkan seseorang untuk mengisi vocal.
Tak lama kemudian ia menghubungi female vocal bernama Riska Elfira
serta Chris Bobby (Drummer) yang merupakan teman sekelasnya dibangku
kuliah sekaligus merupakan anggota Paduan Suara Mahasiswa (Pasuma)
UNISBA mempunyai karakter vocal yang cocok dengan “Moses
Bandwidth”.Sekitar bulan Maret 2005, “Moses Bandwidth” telah
merampungkan sebuah single pertamanya berjudul “Selangkah Menuju Surga”
yang proses recordingnya dilakukan secara profesional di MMS Studio,
Indramayu.
Akhir 2005 Moses Bandwidth mengontak Steven Jozeph untuk bergabung
sebagai Bass player dan segera merilis album pertama “Behind The
Darkness” yang diproduseri oleh Budi Santet dari Master Of Disharmony
Records. Tour promo album pertama diawali pada kota Purwokerto, Dimmy
yang merupakan Gitaris Elmeod langsung mengisi posisi aditional gitar.
Pada pertengahan tahun 2006 Band Moses Bandwidth kembali masuk studio
untuk merekam materi album kedua yang bertitle “Renaisaance” setelah
sekitar lima bulan proses recording, Renaisaance dirilis oleh
Inviolable Music yang diproduseri oleh Bob Wendo, Single hits Falling
Down segera dipublikasikan ke berbagai media, promo tour album kedua
mencakup berbagai kota jawa tengah seperti Semarang, Cilacap, dan
sekitarnya.
Ditahun 2007 line up ini menyelesaikan pre production untuk album ke 3
yang bertitle “Arabian Dreams With The Final Requiem” yang dirilis oleh
R-A Production, serta menyiapkan tour promo sepanjang tahun 2007 untuk
mendukung penjualan album.
Saat itulah merupakan langkah bagi “Moses Bandwidth” untuk mengukir
jejaknya di komunitas musik Indonesia, dan hingga kini mereka masih
tetap berkarya untuk merampungkan promo CD / demo tape mereka yang
terbaru dan tour promo ke berbagai kota Indonesia.
Anggota :
# LaVey - Keyboards
# Julia - Lead Vocal
# Bezo - Bass
# Dedy - Guitars
# Shaka - Drums

Band - Moses Bandwidth
Album - Arabian Dreams
Year - 2007
Artwork Cover Incl. Front - Inlay - Back Cover
- Track Song -
01 Gema Pembuka
02 Sangkakala Uhud
03 Arabian Dreams
04 Ku ucapkan Selamat Tinggal ( My Dearest Enchant )
05 Twisting Tale of Narnia
06 Sebuah Simfoni
07 Menggapai Bukit Pertemuan
08 Selangkah Menuju Surga
09 Midas
10 Datang dan Pergi
11 The Final Requiem ( Reinkarnasi Part. 2 )
12 Everlasting Tales

Artist - Moses Bandwidth
Album - Shifin Ablazes Stigmata
Year - 2008
Genre - Gothic Metal
Release Labels - Garasi Rebel / MMS Studio / Moses Bandwidth
- Track Song -
1. Rise Of Somnath’s Power
2. Stigmata savannah
3. Still I Dont Know Why
4. Laila Majnun
5. Hybrid Chosroes
6. Sweet Piano For My Little Angel
7. Symponium
8. Kugapai Surgamu
9. Tarbiz Kafilah Dini
10. Laila Majnun ( Original )
11. Stigmata Savannah ( Unplugged )
12. The New Pentagram Age
Interview with “
Moses Bandwidth” tentang
album baru mereka ”
Nefrit Lazurit ” yang segera di rilis pada Bulan Februari 2012 mendatang di MB Distro.
“Konsep
dialbum ini secara musikalitas kami menggabungkan berbagai sub-genre
musik metal dari mulai Heavy sampai melodic Death tapi tetap benang
merah nya pada jalur gothic. Untuk konsep lyric kali ini kita mengusung
Filsafat gothic”,Jelas Lavey salah satu personil Moses bandwidth.
Album “Nefrit Lazurit” adalah album ke delapan MB setelah belum lama ini merilis album “The Best Of 2005-2011″ via Tuhan Prod. Jakarta.
“Nefrit Lazurit” Berisikan 12 Track :
1. Mozart 2. Karma 3. Nefrit Lazurit 4. Bayang Silam 5. Konspirasi 6. Intro 7. Surat Untuk Mozart 8. Rintik Hujan Tlah Berlalu 9. Bayang Silam (piano version) 10. Cover Song 11. Moses Bandwidth 12. Outro
“Untuk album ini smua lyric saya yang menulis dan musik ditulis oleh saya, Aliez Shenoda dan Iyanx Blackstone”, Jelas Lavey junior.
Untuk Lagu Andalan MB di album “Nefrit Lazurit “,Berikut penjelasan dari Lavey Junior :
“Wooww..
inilah pertanyaan terlusit :):) cz kami merasa disemua lagu itu sama
maksimalnya baik dalam penulisan maupun pengerjaan, so biar orang lain
yang menentukanya”.